YUK INTIP PENDIDIKAN KITA
KOLABORASI STAKEHOLDERS PENDIDIKAN
Sudah menjadi rahasia umum bila
kurikulum yang ada di Indonesia ini sering mengalami pergantian. Mulai dari
kurikulum berbasis kompetensi, sampai dengan kurikulum tingkat satuan
pendidikan maupun kurikulum yang lainnya. Dari sekian banyak kurikulum yang
ada, memang telah melahirkan berbagai prestasi yang diukir oleh anak bangsa,
mulai dari tingkat regional sampai internasional, namun dari semua itu masih
memiliki sejumlah kekurangan—kekurangan. Hal itu terbukti dengan tertinggalnya
pendidikan kita dengan negara-negara lain, termasuk dengan negara tetangga dan
beberapa negara ASEAN lainnya. Hal itu tentunya menunjukkan adanya sesuatu yang
kurang komplet dari kurikulum yang selama ini sudah ada. Jika kita melihat
lebih jauh lagi tentang kurikulum yang selama ini sudah ada, kesemuanya itu
hanya lebih menekankan pada kecerdasan peserta didik, tanpa menekankan pada aspek
moral dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan. Hal ini terbukti dengan
fenomena yang beberapa waktu ini mengguncangkan dunia pendidikan tentang kasus
tawuran, kekerasan, sampai pergaulan bebas yang melibatkan para peserta didik
kita.

